Daftar Lengkap Istilah Dalam Bidang Pertambangan (a-z) Yang Wajib Diketahui

Daftar Lengkap Istilah Dalam Bidang Pertambangan (a-z) Yang Wajib Diketahui

Definisi Pertambangan (Mining)

WIKKIP.COM – Pertambangan adalah suatu kegiatan ekstraksi atau penggalian bahan-bahan galian yang terdapat di dalam bumi, seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, logam, batu, pasir, dan lainnya. Pertambangan dapat dilakukan secara terbuka maupun tertutup (tambang bawah tanah).

Pertambangan terbuka adalah pertambangan yang dilakukan di atas permukaan tanah, dengan cara menggali, mengeruk, atau menggunakan alat berat seperti bulldozer atau excavator. Pertambangan terbuka umumnya dilakukan untuk mengekstraksi bahan-bahan galian yang terdapat di permukaan tanah, seperti batu bara, emas, timah, dan lainnya.

Pertambangan tertutup adalah pertambangan yang dilakukan di bawah permukaan tanah, dengan cara menggali lubang atau terowongan yang masuk ke dalam bumi. Pertambangan tertutup umumnya dilakukan untuk mengekstraksi bahan-bahan galian yang terdapat di dalam bumi, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Pertambangan tertutup juga dapat dilakukan dengan cara mengebor lubang ke dalam bumi untuk mencari bahan-bahan galian.

Pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang sangat penting, karena bahan-bahan galian yang dihasilkan dari pertambangan digunakan dalam berbagai macam aktivitas ekonomi, seperti pembangunan infrastruktur, pembuatan bahan baku industri, dan lainnya. Namun, pertambangan juga dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan sosial, seperti penurunan kualitas air, kerusakan ekosistem, dan konflik dengan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pertambangan harus dilakukan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.

Daftar Istilah / Kamus Pertambangan

NO ISTILAH DEFINISI
1 Abu Sisa pembakaran dari mineral-mineral yang tidak hangus dalam batubara seperti lempung,kuarsa,pasir,lanau dan belerang bila batubara dibakar.Mineral-mineral tersebut secra kimia dan fisika sama dengan lempung, kuarsa,pasir,lanau, dan belerang yang terdapat dialam
2 Acril Singkatan dari australian coal industriy researchlaboratory. Laboratoriumdan pusat penelitian/pengkajian batubara serta analisa teknologi,kimia dan praktis, baik untuk maksud ilmia maupun untuk industri secara luasdi Australia.
3 Adb Singkatan dari air dried basis (lihat dried basis)
4 Air Asam Penirisan Air bersifat asam yang ditiriskan dari tambaang batubara dalam atau tambang batubara terbuka yang diasilkan oleh reaksi organik atau inorganik bahan-bahan mengandung pirit (besi sulfida) dengan air dan oksigen sehingga air ini mengandung asam belerang dan besi.
5 Air Dried Disingkat AD atau ad, berarti contoh batubara dikeringkan secara alami atau dalam alat pengering pada suhu ruang sebelum dianalisis.
6 Air-Dried Basis Disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.
7 Analisis Batubara Analisis senyawa-senyawa pembentuk batubaradan jumlah yang terkandung dalam batubara dengan metoda kimia.
8 Analisis Proksimat Penentuan pesentase dari kadar kelembaban, zat terbang , karbon tertambat (karbon tetap) dan abu dengan cara tertentu di laboratorium umumnya untuk batubara dan kokas. Walaupun tidak tepat analisa proksimat lebih sering mencantumkan nilai kalor batubara, analisa dilakukan pada basis contoh sebagai diterima(as-reveived), bebas kelembaban (moistur free) dan bebas-abu-(ash-free).
9 Analisis Ultimat Analisa laboratorium untuk menentukan kandungan abu, karbon, hidrogen, ogsigen dan belerangdalam batubara dengan metoda tertentu. Kandungan itu dinyatakan dalam persen pada basis contoh dikeringkan pada suhu 105ºC dalam keadan bebas kelembaban dan abu.
10 Analisis Pekerjaan laboratorium yang secara kuantitatif menentukan sifat-sifat fisik dan kimia batubara.
11 Antiklin Lapisan yang membentuk dua sisi kemiringan berlawanan arah(seakan-akan mempunyai kemiringan yang berlawanan) sama seperti atap rumah.
12 Antrasit Batubara keras dengan peringkat teretinggi , berwarna hitam dengan kilap tinggi , mengandung persentasi tinggi karbon tertambat (karbon tetap) biasanya antara 92% – 98% (dalam basis kering , bebas bahan mineral/DMMF). Antrasit sukar terbakar dan bila terbakar menimbulkan nyala pendek berwarna biru tanpa asap. Dari segi tingkat pengkarbonan (carbonization) hanya grafit (yang tidak termasuk batubara) yang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Di Indonesia satu-satunya tambang penghasil antrasit adalah tambang batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan tonase yang sangat kecil dibandingkan dengan batubara sub-bitumen (steaming coal) sebagai produk utama. Antrasit Indonesia dipasarkan dengan spesifikasi umum ; nilai kalori 7400Kkal/Kg – 8300Kkal/Kg (ADB) , kelembaban total 2%- 8% (ARB) , abu 6% – 20% ( ADB) dan belerang total 0.57% -1.79%.
13 AQ Simbol ukuran garis tengah (diameter) contoh inti pemboran dan juga ukuran lubang bor yaitu 27.0 mm dan 48.0.
14 ARB Singkatan dari as- received basis ( lihat as- received basis)
15 Ash Fusibility Ukuran dalam derajat suhu dari abu batubara melunak dengan cara uji karbon contoh batubara (di laboratoroum dengan cara dan keadaan baku.
16 Ash Fusion Temperature Suhu pelunakan abu, yakni suhu ketika contoh batubara (biasanya dibentuk seperti kerucut kecil) mulai berubah dan, melunak mendekati pelelehan dalam uji bakar laboratorium.
17 As-Received Basis Disingkat ARB atau arb, yang berarti contoh yang dianalisa sesuai keadaan pada waktu diterima dilaboratorium.
18 As-Sampled Disingkat AS atau as, sama dengan as-rerceived. Hasil analisa contoh ketika diambil dilapangan termasuk kadar kelembaban total (total moisture content).
19 Assess Menganalisa secara kritis dan mem berikan penilaian yang tegas dari segi geologi atau potensi ekonomi, nilai, status, kualitas, kuantitas, potensi penggunaan dan segi-segi lainnya terhadap cadangan serta sumber-sumber batubara.
20 ASTM Singkatan dari American Society for Testing and Materials, suatu lembaga di Amerika Serikat yang menguji contoh bahan dan hasilnya secara luas diakui sebagai hasil analisis yang baku
21 Atap Batuan diatas lapisan bahan galian; banyak digunakan dalam tambang batubara yang berarti batuan yang terdapat langsung diatas lapisan batubara. Atap ini dijumpai setelah pengambilan batubara, penggalian lubang-lubang penambangan atau dari contoh batu bara dalam.
22 Attitude Tingkatan perubahan kemiringan lateral dari lapisan batubara yang berhubungan dengan topografi permukaan. Tingkat perubahan ini merupakan faktor yang perlu untuk pertimbangan pilihan lokasi penambangan yang akan dikembangkan karena berkenaan dengan tingkat pertambahan kedalaman tambang batubara.
23 B Jenis batubara kokas yang rapuh dan bentuknya relatif tetap pada uji karbonasisi suhu rendah ( 600 ° C ) menurut klasifikasi gray-king.
24 Backfill Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan)
25 Backhoe Alat gali mekanis yang gerakannya mengeruk material kearah operator (terbalik dengan shovel). Backhoe lebih supel dan lebih baik untuk pengambilan batubara karena kemampuannya memilih sasaran galian (misalnya untuk memperoleh batubara bersih) dibanding dengan shovel. Backhoe umumnya digerakkan oleh tenaga hidrolik sedangkan masih banyak dengan sistem kabel.
26 Band Lapisan tipis baik pada pelapisan batubara maupun lapisanbatuan lainnya. Biasanya merupakan serpih dan jenis-jenis lanau yang saling melapisi dengan batubara.
27 Banded Coal Pelapisan batubara yang heterogen, terdiri dari jenis-jenis yang kilapnya berbeda. banded coal biasanya merupakan batubara bitumen walaupun umumnya batubara dari semua peringkat mempunyai bentuk-bentuk pelapisan.
28 Batuan Alas Nama yang biasanya diberikan pada batuan metamorf atau batuan beku yang berada dibawah suatu urutan pelapisan sedimen. Sering juga disebut sebagailapisa batuan dibawah (dianggap sebagai alas) batubara.
29 Batuan Atap Nama yang biasanya diberikan pada batuan yang berada langsung berada diatas batubara.
30 Batubara Abu Batubara dalam bentuk abu karena penambangan dan proses penghancuran alamiah. Batubara hasil gerusan dan disaring berukuran lebih kecil dari 0.5 mm sering disebut batubara abu.
31 Batubara Belerang Tinggi Batubara yang mengandung belerang 3% atau lebih (ARB).
32 Batubara Bersih Batubara hasil pencucian siap dipasarkan. Dapat pula berarti batubara yang tidak mengandung kotoran dari luar (tanah penutup, bvatuan antar lapisan atau batuan pemisah/parting) dan umumnya tidak memerlukan pencucian.
33 Batubara Binungan Salah satu jenis batubara yang ditambang oleh Berau Coal dilapangan Binungan, Berau, Kalimantan Timur dengan spesifikasi umum; nilai kalori 5460 Kkal/Kg – 6000 Kkal/Kg (ADB) kelembaban total 14% – 16% (ARB), abu 4.2% – 6.6% dan belerang 0.6% – 1.88%.
34 Batubara Bitumen Yakni batubara relatif lunak yaitu semua jenis batubara dengan peringkat antara lignit dan antrasit, mempunyai kandungan bahan karbon tinggi, zat terbang rendah antara 15% – 50% pada analisa kering bebas abu (DAF). Batubara bitumen adalah yang paling banyak dijumpai berwarna coklat tua sampai hitam, terbakar dengan nyala berasap. Nilai kalorinya diatas 6300Kkal/Kg (lembab bebas bahan mineral/moist MMF).
35 Batubara Kasar Batubara penggerusan dan pencucian dengan ukuran diameter lebih dari 2mm. Pada umumnya batubara kasar adalah batubara hasil penggerusan berukuran –75mm sampai +12mm (lebih kecil dari 75mm dan lebih besar dari 12mm). Ukuran-ukuran batubara biasanya tergantung dari pasaran, mesin pencucian, jenis-jenis mesin penggerusan dan penyaringan atau gabungan beberapa atau semua faktor tersebut.
36 Batubara Keras Nama lain untuk antrasit. Daspat pula berarti batubara jenis apa saja yang mempunyai nilai kalori lebih besar dari 5700 Kkal/Kg.
37 Batubara Kotor Batubara yang dikotori oleh batuan/tanah dari sekelilingnya pada waktu penambangan atau oleh batuan diantara lapisan batubara ( parting).
38 Batubara Lati Nama salah satu batubara yang ditambang oleh Berau Coal dilapangan batubara Lati, Berau, Kalimantan Timur dengan spesifikasi umum; nilai kalori 5516 Kkal/Kg (ADB), kelembaban total 19%, abu 4.3% dan belerang 0.9%.
39 Batubara Medium Batubara berukuran sedang hasil penggerusan dan pencucian, umumnya batubara medium adalah batubara berukuran sedang dengan diameter lebih besar dari 0.5mm tetapi lebih kecil dari12mm.
40 Batubara Peringkat Tinggi Batubara yang mengandung kurang dari 4%kelembaban (kadar air) pada basis dikeringkan dalam udara bebas (ADB) atau yang mengandung 84% karbon (DAF) selebihnya disebut batubara peringkat rendah.
41 Batubara Premium Jenis batubara bitumen yang diperkenalkan dan dipasarkan terutama ke mancanegara oleh tambang batubara kideco jaya agung (perusahaan Korea Selatan, kontraktor pemerintah) yang juga disebut batubara pasir premium mengambil nama daerah tempat perusahaan tersebut beroperasi di Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur dan batubara yang dimaksud berkadar belerang 0.1% – 0.2%, abu 2% – 3% (sangat rendah nilai kalori sedang (5200 Kkal – 5800Kkal,ARB) dan kelembaban total 21% – 26% (ARB).
42 Batubara ROM Batubara run of mine yaitu, batubara hasil penambangan yang belum mengalami proses lebih lanjut (tetapi mungkin sudah bersih dan hanya perlu digerus dan disaring).
43 Batubara Tulang Batubara berkadar abu tinggi, keras dan padat atau batubara yang sangat kotor dengan kadar abu dan mineral terlalu tinggi sehingga tidakbernilai ekonomi. Presentase abunya biasanya lebih tinggi dari 25%. Batubara tulang berwarna suram, lebih berat dan lebih tipis dari batubara berkualitas baik. Adakalanya bahan pemisah/pengotor berupa lapisan tipis ditengah lapisan batubara (yang sama sekali tidak mengandung batubara) disebut batubara tulang. Istilah ini belum begitu dikenal di Indonesia. (dalam bahasa inggris disebut bone coal atau stony coal).
44 Batubara Istilah yang luas untuk keseliruhan bahan bersifat karbon yang terjadi secara alamiah. Batubara dapat pula didefinisikan sebagai batuan bersifat karbon berbentuk padat, rapuh, berwarna coklat tua sampai hitam., dapat terbakar, yang terjadi akibat perubahan/pelapukan tumbuhan secara kimia dan fisik. Batubara dapat dibeda-bedakan menurut jenis tumbuhan pembentuknya, peringkat metamorfosisnya dan tingkat bahan pengutornya. Klasifikasi seluruh batubara didasarkan pada faktor-faktor diatas tadi.
45 BCM Singkatan dari Bank Cubik Metre; meter kubik ditempat meter kubik padat. Besaran yang paling sering digunakan untuk isi batuan/tanah penutup batubara baik sebelum digali maupun yang telah digali.
46 BCURA Formula Singkatan dari British Coal Utilization Research Association formula yaitu rumus untuk menghitung bahan mineral dalam batubara MM (mineral matter,%) = 1.1A (Ash) + 0.053S (sulfur) + 0.74 CO2 – 0.36.
47 Bed Sample Contoh dari lapisan batubara yang diambil dengan contoh parit ( channel sample ) tegak lurus arah perlapisan batubara
48 Bed Pelapisan atau lapisan batubara yang merupakan endapan yang besar yang terdapat pada formasi geologi. Bed juga berarti lapisan batubara yang biasanya berkualitas rendah atau batubara kotor yang sengaja dihamparkan dan dipadatkan dipermukaan (tanah yang diperkeras atau lapisan kerikil padat) sebagai alas batubara bersih. Istilah Bed juga berarti lapisan batubara sebagai bahan bakar pada sistem pembakaran uidized bed.
49 Bedding Sama dengan bed (lihat bed) atau kegiatan pembuatan bed. Tetapi dapat pula berarti penyimpanan atau pencampuran jenis-jenis batubara atau bahan galian lainnya dalam bentuk pelapisan-pelapisan tipis untuk memperoleh kualitasyang seragam nantinya padas saat diambil untuk dijual.
50 Beds Moisture Kadar air (kelembaban) tertambat dalam prosentase air atau kelembaban batubara pada lapisan atau pada contoh sebelum lapisan ditambang
51 Belerang Organik Senyawa belerang organis yang rumit dalam batubara. Bersama dengan belerang anorganik yakni belerang-pirit dan markasit kedua jenis ini merupakan sumber utama belerang dalam batubara.
52 Belerang Sulfat Senyawa yang terbentuk sebagai kalsium sulfat (CaSO4) dalam batubara dan merupakan sumber belerang yang tidak dominan.
53 Belerang Unsur atau senyawa belerang yang terdapat dalam batubara berbemtuk pirit atau markasit, belerang organik dan belerang sulfat. Pirit dan belerang organik merupakan sumber dominan dalam bentuk batubara belerang adalah bahan yang merugikan ( prngotor ) dalam batubara karena pada pembakaran batubara menimbulkan gas belerang menimbulkan gas belerang yang beracun walaupaun belerang sebenarnya menambah nilai kalori karena sifatnya yang mudah terbakar
54 Belt-Meter Sering disebut belt-weightometer yaitu alat yang dipasang dibawah ban berjalan untuk mengukur berat muatan, misalnya berat batubara yang keluar dari mesin pencucian atau batubara yang dicurahkan ke kapal dan sebagainya. Alat elektronik ini bekerja berdasarkan tekanan ban pada alat penginderanya.
55 Bench Sample Dapat diterjemahkan sebagai contoh teras atau jenjang yang berarti contoh yang diambil dari bagian dan atau lapisan batubara yang terpisah dari bagian-bagian endapan batubara lainnya oleh pelapisan batuan yang tipis (parting).
56 Bench Teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.
57 BENDS Singkatan dari both ends, yaitu istilah perkapalan dimana cara dan alat pemuatan serta pembongkaran muatan kapal sama, terdapat dibagian depan dan belakang tempat kargo kapal.
58 Berm Semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.
59 Bitumen Nama umum untuk berbagai hidrokarbon padat dan setengah padat seperti batubara, serpih, minyak, jenis-jenis aspal alam dan sebagainya.
60 BL Sering ditulis B/L, singkatan dari bill of loading,yaitu dokumen yang menerangkan jumlah dan jenis muatan kapal, pemilik muatan serta syarat-syarat pengapalan.
61 Blend Pile Sample Contoh yang diambil ditempat penumpukan pemakai batubara (seperti PLTU dan pabtik baja).
62 Blending Pencampuran jumlah-jumlah tertentu, kualitas, ukuran atau kombinasinya dengan cara yang teratur baik ditambang, pada penumpukan atau proses penggerusan maupun dipelabuhan guna mendapatkan kualitas atau spesifikasi batubara sesuai dengan permintaan pasar.
63 Blocky Struktur batubara dengan pertumbuhan belahan normal; belahan yang disertai dengan lapisan mendatar menyebabkan batubara terpecah secara alami menjadi bongkah-bongkah persegi panjang.
64 Blok Bagian dari tambang atau bagian dari suatu daerah perpetaan atau cadangan. Istilah blok sering juga disamakan panel batubara yang akan atau yang sudah ditambang.
65 BOE Singkatan dari barrel of oil equivalent. 1 BOE setara dengan 0.2004 ton batubara (lihat TCE/ton of coal equivalent).
66 Bola Belerang Bahan pengotor bersifat pirit dalam batubara dalam bentuk boal-bola atau berbentuk tidak beraturan. Bahan pirit ini dijumpai dalam ukuran kecil tetapi ada kalanya berukuran sangat besar atau berupa pelapisan dalam batubara.
67 Bonus Tambahan nilai bataubara karena kualitasnya lebih baik dari standar penjualan, misalnya nilai kalori yang lebih tinggi atau kadar debu, kadar air lebih rendah dan sebagainya.
68 Bony Batubara tulang, yakni batubara yang mengandung serpih sehingga menjadikan batubara keras seperti tulang.
69 Bore Pemboran batubara dengan jenis bor berbentuk spiral lebar yang sebut auger. Sering disamakan artinya dengan augering, yakni salah satu metoda penambangan terbuka tetapi sangat arang ( augering).
70 Box Cut Teknik penambangan dalam metoda tambang terbuka dengan cara membuka lapisan batubara dengan menggali tanah penutup pertama berbentuk trapesium terbalik kemudian penggalian kedua, tanah galian dibuang ke galian lubang.
71 BQ Simbol ukuran contoh inti dan lubang bor yakni 36.4 mm dan 59.9 mm masing-masing untuk garis tengah contoh inti dan garis tengah bor.
72 Briket Keping-keping batubara yang dihasilkan dengan pencetakan batubara halus atau debu batubara dengan bahan pengikat tertentu (misalnya perekat sintetis atau gula tebu dengan pengolahan khusus). Ukuran bentuk briket bermacam-macam dengan diameter 2 cm – 3 cm.
73 BTU British Thermal Unit yakni jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu pon air 1 derajat fahrenheit (1ºF) untuk berat jenis maksimum (=1) yakni pada 39.1ºF (sama dengan 251.995 gram kalori atau 1054.35 joules atau 0.25199 kilo kalori).
74 BTX Singkatan dari benzene, toluene and xilene yakni tiga jenis distilataromatik hasil proses pirolisis batubara dalam tekanan hidrogen tinggi.
75 Bubuk Arang Dube batubara yang berasal dari penghancuran oleh alat-alat mekanis, peledakan dan pengangkutan. Bahan sering terdapat di tempat kerja atau di jalan-jalan lubang tambang bawah tanah yang perlu diamankan karena dapat meledak.
76 Bucket Wheel Exavator Sering disingkat dengan BWE yakni alat gali kontinyu yang perinsipnya terdiri dari mesin penggerak, boom penahan ban kerja pengangkut material galian, rangkaian ember-ember pada teromol beputar dan ban beserta boom untuk membuang material kearah belakang. Alat ini pada mulanya dirancang utnuk penambangan besar-besaran atas endapan batubara coklat di Jerman . Saat ini BWE berkapasitas besar dioperasikan di Tambang Batubara Bukit Asam sedangkan yang berkapisitas kecil sering digunakan sebagai alat pengeruk tumpukan batubara sekaligus alat pemuat batubara kedalam tongkang atau kapal.
77 Bulk Sample Contoh meruah, yakni contoh dalam jumlah besar yang diambil secara sistematik dalam interval tertentu. Untuk batubara, bulk sample pada awalnya adalah contoh sebanyak satu lori (gerobak ) pada interval tertentu sepanjang lapisan batubara untuk analisa ukuran dan kotoran (abu). Tetapi pengertian ini semakin meluas. Tambang-tamban g batubara di Indonesia dapat mengambil lebih dari 100.000 ton batubara sebagai contoh meruah terutama untuk uji bakar pada PLTU, termasuk uji penambangan, uji pengangkutan, uji pengapalan dan uji pemasaran. contoh meruah ini sering disebut produksi awal atau produksi permulaan (initial production) yang bebas bagi hasil.
78 Bulldozer Alat pemindah tanah mekanis yang mempunyai pisau (pelat besar) didepan untk memotong dan mendorong tanah atau batuan dengan tenaga yang besar (dari mesin diesel).
79 Burnt Batuan terbakar yang berarti serpih atau lempung yang menempel ketat pada batubara dan sangat sulit untuk disingkirkan.
80 C Simbol kimia dari unsur karbon. Juga merupakan salah satu jenis batubara kokas yang kompak tapi rapuh dan ukurannya tetap pada tes karbonasi menurut Gray-King.
81 Cabin Kabin yaitu ruangan operator dan tempat pengendalian alat-alat berat.
82 Cadangan Batubara Ekonomis Cadangan-cadangan lapisan batubara yang diyakini dapat ditambang dari penilaian ketebalan dan kedalamannya. Umumnya kedalaman lapisan tersebut adalah sekitar 1300 m dan tergantung kualitasnya.
83 Cadangan Bagian dari sumber yang diketahui adanya dan mungkin dapat ditambang secara ekonomis.
84 Cadangan-Cadangan Sumber-sumber mineral atau lapisan yang mengandung bahan bakar yang dapat ditambang secara ekonomis sesuai tingkat teknologi, pada saat itu. Dapat juga berarti terbatas pada cadangan-cadangan batubara yang asli atau yang telah diselidiki dan dipandang secara teknologi, ekoomis, hukum serta lingkungan layak ditambang. Cadangan- cadangan (reserves) hanya merupakan batubara yang dapat ditambang. ( jadi penyebutan cadangan-cadangan yang layak digali adalah istilah yang berlebihan/redundant).
85 Cairan Pemboran Air atau campuran air dengan lumpur yang dipompakan kedalam lubang bor yang berguna untuk mendingnkan mata bor dan menyingkirkan hancuran batu dari sekitar bor.
86 Canopy Canopy yaitu bagian penutup atas (payung) dari kabin atau tempat kerja operator alat-alat berat yang pada umumnya tahan beban berat atau jatuhan batuan. Kanopi adalah istilah yang dipakai untuk atap (alat penahan) alat penyangga hidrolik untuk operasi lubang muka mekanis penuh dalam tambang dalam batubara. Rangkaian daun-daun dari pohon-pohon hutan juga disebut kanopi.
87 Capesise Istilah ukuran kapal pengangkutan batubara dan material lain berukuran sekitar 100 000 – 200 000 DWT. Disebut demikian karena kapal tersebut terlalu besar melewati terusan Panama sehingga harus melalui Cape of Good Hope (semenanjung Harapan dari Lautan Pasifik ke Lautan Atlantic dan sebaliknya).
88 Carbonaceous Batuan karbonan yakkni batuan yang yang kaya karbon. Serupa pengertiannya denganbatubaraan (coaly).
89 Carbon-Enrriched Solid Padatan diperkaya karbon yakni hasil pemanasan batubara sampai beberapa ratus derajat celcius biasanya antara 300º – 900º C. (proses karbonasi) dalam bejana bebas oksigen. Kokas dan char termasuk padatan tersebut.
90 CBM Singkatan dari coal-bed methane yaitu gas metan yang terbentuk dan terperangkap dalam lapisan batubara. Gas ini dapat disedot dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar. CBM biasanya ditemukan didalam lapisan-lapisan batubara yang sangat dalam tetapi gas yang terdapat pada kedalaman kurang dari sekitar 760 meter dianggap ekonomis untuk dimanfaatkan.
91 CCS Singkatan dari carbon dioxide capture and sequestration yakni teknologi untuk menangkap dan mengisolasi gas CO2 yang ditujukan untuk menurunkan secara drastis emisi gas tersebut yang timbul dari pembakaran batubara. CCS yang sering disebut CC#S merupakan salah satu teknologi batubara bersih.
92 CCT Singkatan dari clean coal technologi atau cleaner coal tecnologies yaitu teknologi batubara bersih ( lihat clean coal technology ).
93 Cekungan Batubara Penekanan atau penurunan yang dialami oleh formasi batuan yang lebih tua yang telah mengandung endapan batubara. dapat pula diartikan sebagai lapangan endapan batubara berbentuk cekungan. Cekungan batubara besar dapat mengandung satu atau lebih lapangan-lapangan batubara dan penyebarannya bisa mencapai ribuan kilometer persegi.
94 Cekungan Suatu daerah luas yang secara geologi sejarah diyakini telah mengalami penurunan berbentuk hampir cekung dan terdiri dari pelapisan sedimen tebal. Dapat dikatakan pula sebagai wilayah yang turu/tertekan (depresi) dalam areal yang sangat luas, mungkin merupakan akibat erosi khususnya untuk cekungan batubara. sama dengan formasi geologi, cekungan batubara umumnya diberi nama.
95 CF Singkatan dari cost and freight, istilah harga batubara atau kargo lainnya termasuk biaya angkutan/pengapalan. CF sering ditulis dengan C/F atau C#F.
96 Channel Sample Contoh yang diambil dari lapisan batubara dengan membuat torehan memanjang menurut ketebalan batubara atau endapan bahan galian lainnya. contoh ini biasanya diambil sekitar singkapan. Sebelum melakukan pencontohan sumuran atau parit memanjang dibuat untuk membuka satu sisi batubara yang segar.
97 Char Resisidu karbonan yang padat yang tersisa dari hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan organik. Char dapat dibakar (sebagai bahan bakar) dan diproses untuk menghasilkan bahan karbon yang segar.
98 CHB Singkatan dari constant humidity basis., istilah yang menyatakan basis analisa kualitas batubara di laboratorium dalam keadaan kadar kelengasan ( kelembaban ) tetap.
99 Chip Sample Contoh kepingan, yakni contoh-contoh batubara yang diambil secara teratur dengan memahat atau memalu kepingan batubara atau kepingan batubara atau batuan ataupun bahan galian lainnya. Pengambilan contoh dapat mengikuti pelapisan batubara atau pada titik-titik dengan jarak yang sama.
100 CIF Singkatan dari carriage, insurance and freight, istilah kontrak jual beli batubara atau kargo lainnya dimana penjual menyerahkan kargo ketempat yang tentukan oleh pembeli atas biaya pembeli termasuk asuransi.
101 Circular Coal Batubara dengan struktur cakram berbentuk cakram berbentuk bulat atau lonjong sejajar atau tegak.
102 Clean-Coal Technologi Teknologi penanganan batubara secara lebih efisien dan biaya optimal serta ramah lingkungan ( teknologi batubara bersih ). Istilah ini disebut juga dengan cleaner coal technologi atau cleaner coal tecnologies.
103 Clearing And Grubbing Pembuangan tumbuhan, pepohonan dan sisa-sisa tebangan pohon sebelum penggalian/pengupasanlapisan tanah untuk pembuatan jalan, penambangan atau pendirian fasilitas-fasilitas penambangan.
104 Clearing Pembersihan permukaan tanah dengan cara membuang tumbuhan atau bangunan-bangunan sebagai langkah permulaan sebelum pengupasan lapisan penutup batubara atau bahan galian lain.
105 Cleat Kekar yakni retakan atau rangkaian hasil gerakan yang merupakan garis atau sisi pemecahan batubara akibat oksidasi atau pelapukan. Biasanya dimanfaatkan menentukan arah penambangan batubara sehingga mudah pemecahannya atau penggaliannya langsung oleh alat muat.
106 Cleating Istilah lain untuk keadaan berkekar yakni keadaan batubara yang retak-retak atau terlihat adanya garis belahan-belahan yang belum lepas.
107 COA Singkatan dari contrac of affreightment yakni kontrak pengapalan untuk lebih dari sekali pelayaran.
108 Coal Industry Istilah umum untuk segala kegiatan yang berkenaan dengan batubara mulai dari penyelidikan ( eksplorasi ), penambangan, pengolahan, pengangkutan, pemasaran dan pemanfaatan.
109 Coal Inspector Inspektur batubara yaitu inspektur yang tugasnya melakukan pengawasan atas pematuhan perundang-undangan khusus pada tambang batubara, termasuk tindakan- tindakan dan keadaan-keadaan tidak aman. Petugas khusus ini belum dikenal di Indonesia, tetapi tugas-tugas inspeksi dilaksanakan oleh pelaksana inspeksi tambang ( umum ) dan pembantu pelaksanaan inspeksi tambang ( umum ). Tambang umum adalah tambang non minyak dan gas bumi.
110 Coal Isopach Isopach batubara yakni garis-garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketebalan lapisan batubara yang sama.
111 Coal Lost Sebagian kecil batubara yang terbang dalam proses pecucian batubara.
112 Coal Measures Pelapisan batubara yang luas yang mengandung satu atau lebih lapisan batubara. dapat pula berarti suatu kelompok lapisan-lapisan batubara atau serangkaian pelapisan berbagai jenis-jenis batuan sedimen dengan ketebalan sampai beberapa ribu meter dan diantara pelapisan batuan-batuan tersebut terdapat satu atau lebih lapisan batubara .
113 Coal Ply Bagian dari lapisan batubara yang terpisah dengan bagian lainnya diatas atau dibawahnya karena adanya lapisan batuan ( parting atau band ).
114 Coal Seat Lempung dibawah lapisan batubara; juga berarti lapisan tanah yang mengandung banyak sekali akar-akar tumbuhan terdapat dibawah lapisan batubara.
115 Coal Series Seri-seri batubara yakni urutan dari beberapa tahapan proses pembentukan batubara dengan peringkatyang semakin tinggi akibat naiknya metamorfosa. Juga dapat berarti urutan terjadinya batubara mulai dari gambut ( yang bukan batubara ) menjadi lignit, batubara bitumen, antrasit dan grafit ( yang bukan batubara tetapi karbon murni ).
116 Coal Smut Lapisan batubara yang remuk akibat pelapukan dan oksidasi karena muncul dekat permukaan, jadi sama dengan coal blossom dan singkapan batubara.
117 Coalified Sisa-sisa tumbuhan pembentuk bahan-bahan batubara dan lapisan-lapisan berbeda yang telah menjadi batubara, bahan-bahan tersebut berasal dari bermacam bagian tumbuh- tumbuhan yang telah ada pada waktu pembentukan gambut. Setelah proses pembentukan batubara selesai ( coalified ) bahan-bahan itu kemudian dikenal dengan nama macaral.
118 Coaling Station Stasiun atau depot pengisian bqatubara khususnya kereta api uap. Sekarang coaling station hanya ada ditaman hiburan atau museum.
119 Coaling Kegiatan pengambilan batubara ( setelah lapisan penutup dibuang ) termasuk pemboran, peledakan, pemuatan,pengangkutan dari tambang ketempat penumpukan atau pengolahan.
120 Coaly Shale Batubara kotor dengan kandungan abu lebih dari 40% – 50% terutama dengan pengotor serpih sehingga sebenarnya merupakan serpih yang mengandung batubara ( serpih arangan ). Coaly shale sama dengan carbonaceous shale ( serpih karbonan).
121 Columnar Coal Batubara yang mempunyai pecahan atau ( hancuran ) berbentuk kolom-kolom yang biasanya akibat metamorfosa, disebabkan adanya intrusi batuan beku.
122 COM Singkatan dari Coal Oil Mixture, yakni campuran antara batubara yang di gerus halus dengan minyak dengan komposisi campuran tertentu membentuk bahan bakar “ buatan “ yang stabil dandigunakan sebagai pengganti minyak.
123 Combustibility Ukuran atau penilaian kecepatan pembakaranbatubara dengan cara dan syarat-syarat tertentu.
124 Common Banded Coal Jenis-jenis yang lasim dari batubara bitumen atau setengah bitumen ( sub-bituminous ). Terdiri dari urutan pelapisan yang tidak teratur dan saling bergantian dari bahan homogen berwarna hitam sangat mengkilap, bahan abu-abu hitam kurang mengkilap (kilap sutera) dan lapisan-lapisan ( berbentuk lensa ) tipis mineral charcoal yang lunak berbutir seperti tepung dan berserat.
125 Compressions Fosil-fosil tumbuhan berbentuk film ( lapisan sangat tipis ) karbon dalam batuan-batuan, sering mengawetkan bahan-bahan secara sangat rinci seperti rambut-rambut daun, urat/tulang daun dan bahkan stomata dedaunan.
126 Continous Miners Mesin-mesin pemotong batubara modern khususnya untuk tambang batubara dalam dengan sistem room and pillar,mesin ini mampu memotong batubara dengan cepat dan terus menerus tanpa tanpa menggunakan bahan peledak. Kepala pemotong mesin bermacam-macam di sesuaikan dengan arah, tebal, kekerasan dan tingkat produksi yang diinginkan ( ripper head, boring head and auger head ).
127 Continous Mining Penambangan kontinyu dengan menggunakan mesin pemotong batubara modern ( continous miner ) yang dilengkapi dengan tangan-tangan pengumpul dan ban rantai yang mengangkut batubara dan menumpahkan muatannya ke dalam gerobak shuttle ( shuttle car ) atau keatas ban berjalan untuk selanjutnya dibawa kepermukaan.
128 Continous Sampling Percontohan kontinyu ( berkesinambungan ), yaitu pengambilan contoh dari setiap titk-titik yang berurutan dan pada jarak yang sama sepanjang jalur pengolahan dan pemuatan batubara kedalam gerbong atau keatas kapal.
129 Continuity “kontinyuitas”, (keseimbangan), yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan penyebaranbatubara yang konsisten sepanjang jarak yang jauh.
130 Contoh Batubara Dibersihkan Contoh batubara yang diambil dari batu bara yang telah dibersihkan dengan prosedur yang baku. contoh inti contoh batubara yang diperoleh pada pemboran dalam dan diangkat kepermukaan dengan tabung contoh ( core barrel ). contoh meruah sama dengan bulk sample (lihat bulk sample).
131 Contoh Penggerus Contoh pecahan atau contoh dari hasil penggerusan yang biasanya diambil sebelum batubara dicuci ( breaker sample/crusher sample).
132 Contohur Bench Teras atau jenjang penggalian dalam sistem tambang batubara terbuka ( atau tambang bahan galian lainnya ) yang memanjang dan relatif datar.
133 Core Barrel Tabung contoh inti/core yang dimasukkan kedalam bor untuk menangkap dan menyimpan core selama pengeboran. Tabung dilengkapi dengan alat penahan danpenjepit mencegah jatuhnya core.
134 Core Bit Mata bor untuk memotong batuan yang akan masuk ke dalam tabung contoh inti dalam batang ( stang ) bor.
135 Core Drill Mesin bor putar, biasanya dengan mata bor intan dan dilengkapi dengan tabung contoh. Mesin bor modern dapat membor sampai kedalaman beberapa kilo meter.
136 Core Hole Lubang bor untuk pengambilan contoh inti batubara.
137 Core Record Catatan/keterangan berisi kedalaman, sifat, litologi, porositas, permeabilitas dan kandungan cairan dari contoh ( core ) inti pemboran.
138 Core Recovery Perolehan contoh inti ( core ) dari pemboran yang biasanya dinyatakan dalam perbandingan presentasi panjang contoh yang dapat ditangkap/dibawa kepermukaan oleh tabung contoh dengan panjang kolom yang di bor.
139 Core Sepotong batuan atau formasi bawah tanah berbentuk bulat ( seperti lemang ) yang dipotong dan diangkat kepermukaan dengan alat bor putar yang dilengkapi dengan stang ( batang ) bor pipa dan dan tabung penangkap core. contoh core biasanya berdiameter sekitar 2.5 – 10 cm dengan panjang sampai beberapa meter untuk penyelidikan geologi dan analisis di laboratorium.
140 Crop Coal Batubara pada singkapan atau sepanjang garis singkapan. Dapat juga berarti bagian lapisan batubara yang dekat kepermukaan dan umumnya telah mengalami pelapukan sehingga sering tidak dimasukkan dalam perhitungan cadangan (disingkirkan dalam pertambangan karena kotor, nilai kalorinya rendah dan kadar kelembaban tinggi).
141 Crop Line Garis singkapan yang berarti garis khayal yang dibuat dari lapisan batubara yang memotongpermukaan.
142 Crop Out Tersembul dan tersingkap kepermukaan atau yang akan disingkapkan dipermukaan dengan sedikit penggalian.
143 Crop Muncul dipermukaan tanah. Disebut juga dengan penyingkapan.
144 Crosscut Lubang atau terowongan tambang bawah tanah yang merupakan cabang tegak lurus ( atau hampir tegak lurus ) terhadap lubang atau terowongan utama. Dapat juga berarti lubang penggalianyang menghubungkan dua lubang sejajar yang besar. Crosscut juga merupakan lubang peranginan antara pilar-pilar pada sistem penambangan room and pillar.
145 CSN Singkatan dari crucible swelling number, yaitu angka atau nilai pemuaian batubara yang merupakan salah satu ukuran untuk menentukan baik buruknya batubara bila akan diolah menjadi kokas. CSN ditentukan dengan memanaskan batubara yang telah digerus dan dicetak berbentuk “ kancing kemeja” sampai 800ºC di dalam cawan selama waktu tertentu. Setelah zat terbang habis “kancing” kokas yang lebih kecil dari ukuran semula tetap berada dalam cawan. Penampang sisa kokas dibandingkan dengan penampang baku bernomor 1-10. Bila pemuaian kokas mengakibatkan ia sama dengan ukuran panjang nomor 0-2 ( jadi CSN-nya 0-2) batubara tersebut bukan batubara kokas yang baik (pori-porinya terlalu rendah). Bila CSN-nya 8-10 berarti tingkat pemuaiannya terlalu tinggi berarti bila dijadikan kokas terlalu berpori-pori besar sangat rapuh. Batubara dengan nomor CSN 4-6 adalah ideal untuk diproses menjadi kokas ( batubara ini akan menjadi kokas yang cukup berpori dan kuat menahan beban). CSN sama dengan free swelling index (FSI).
146 Cut And Fill Suatu cara penggalian ( gali dan uruk ) tambang terbuka atau tambang dalam ataupun penggalian pembuatan jalan, fondasi dan pekerjaan sipil lainnya dengan memotong bagian tanah/batuan dan menimbun/mengurug bekas galian atau bagian tanah yang rendah/berlembah didekatnya. Khusus untuk tambang dalam sistem cut and fill biasanya yang dipotong adalah bahan galian/mineral-mineral berharga dan bekas pemotongan diisi dengan tanah atau batuan atau lumpur permukaan untukmencegah ambruknya atap atau dinding penggalian.
147 Cut Out Masa serpih, batu lanau atau batu pasir yang mengisi channel erosi masuk kedalam lapisan batubara.
148 Cut Pemotongan atau penggalian berbentuk liner (kearah mendatar) untuk mengupas lapisan penutup batubara dalam tambang terbuka. Dapat juga berarti penggalian/pemotongan batabara secara mendatar.
149 Cutting Sample Contoh hancuran hasil pemboran terangkat keatas akibat tekanan udara atau aliran air kepermukaan dari lubang bor.
150 Cutting Penggalian atau penurunan tingkata/mutu.
151 CWM Singkatan dari coal water mixture, yaitu campuran batubara halus dengan air untuk membentuk campuran yang stabil sebagai bahan bakar cair “buatan” (setengah air) dengan perbandingan tertentu misalnya 40% air 60% batubara. Efisiensi pembakaran CWM dipeoleh dengan menggunakan peralatan pembakaran bahan bakar cair konvensional dan hanya memerlukan sangat sedikit batubara yang terpakai untuk penguapan air dalam campuran.
152 DAF Singkatan dari dry ash free, contoh batubara dengan asumsi kadar kelembaban (air) dan abu telah dihilangkan (secara teori).
153 DAFB Singkatan dari dry ash free basis, yakni basis analisis contoh batubara dengan anggapan kadar kelembaban (air) dan abu telah dihilangkan (secara teori).
154 Datum Garis data yang diketahui ketinggiannya dari permukaan laut yang digunakan sebagai garis dasar pengukuran dalam pembuatan gambar dan peta-peta.
155 DDM Singkatan dari dial divisions per-minute yaitu angka putaran permenit pada piringan angka alat Gieseler plastometer. Alat ini digunakan mengukur sifat plastis atau “ pelelehan” batubara yang merupakan salah satu cara penilaian kualitasbatubara sebagai bahan pembuat kokas.
156 Debu Batubara Butiran (tepung) halus dari batubara yang terjadi secara alami, karena alat-alat produksi, pemindahan dan penggerusan batubara.
157 Declining “penurunan” yakni istilah yang dipakai pada lapangan batubara yang kegiatan penambangannya menurun.
158 Demurrage Denda atau kompensasi yang dibayarkan kepada pemilik kapal akibat keterlambatan muat atau bongkar muatan.
159 Depormation Temperature Suhu perubahan bentuk yakni suhu saat abu batubara (yang dibentuk/dicetak berbentuk kubus atau piramida kecil) mulai membulat akibat pelumasan. Hal ini terlihatpada percobaan untuk menentukan suhu pelelehan abu batubara yang merupakan salah satu ukuran penilaian mutu batubara yang digunakan pada PLTU. Percobaan laboratorium ini dilakukan dalam dapur khusus dengan suhu dari 1000ºC – 1600ºC.
160 Despatch Semacam bonus yang dibayarkan pihak pembeli kepada pihak penjual dan pemuat kargo karena waktu pemuatan kapal selesai lebih awal.
161 Detonator Alat pengejut yang dimasukkan ke dalam bahan peledak utama. Detonator sebenarnya juga merupakan bahan peledak karena ia berisi sedikit bahan peledak yang menghasilkan getaran pengejut yang diperlukan untuk meledakkan bahan peledak utama.detonator secara umum dibagi dua, detonator yang bekerja dengan aliran listrik dan yang disulut dengan sumbu api. Detonator modern sering dikenal dengan detonator yang dapat diperlambat (delay detonator) (lihat delay).
162 Development Drilling Pemboran-pemboran untuk menentukan ukuran-ukuran kandungan dan gangguan-gangguan geologi endapan batubara atau bahan-bahan galian lainnya.
163 Development Plan Rencana pengembangan, yakni gambar dan keterangan yang memperlihatkan rencana yang diusulkan/diajukan atas pekerjaan-pekerjaan tambang. Rencana seperti itu biasanya ditinjau/diubah disesuaikan dengan kemajuan tambang dikemudian hari.
164 Development Sampling Pengambilan contoh-contoh sepanjang lubang-lubang persiapan untuk lebih memastikan arah dan bentuk penambangan dan khususnya untuk meyakinkan besar dan bentuk cadangan.
165 Development Work Pekerjaan penambangan/pembangunan yakni pkerjaanyang dilaksanakan untuk membuka endapan bahan galian sebagai persiapan untuk lokasi kegiatan produksi berikut dari permukaan kerja produksi yang sedang berlangsung pada tambang yang sama atau dari tempat yang berbeda. Juga berarti pekerjaan persiapan produksi sebagai lanjutan dari eksplorasi.
166 Development Secara umumberarti kegiatan pembukaan tambang batubara (khususnya) tambang dalam dengan penggalian sumuran, lubang-lubang utama, lubang-lubang peranginan dan lubang persiapan blok produksi.secara khusus (misalnya ditambang dalam) development berarti pekerjaan persiapan panel/blok produksi.
167 Devolatilization Kehilangan zat-zat terbang secara cepat dari senyawa-senyawa yang sedang mengalami perubahan menjadi batubara (coalification). Bila istilah tersebut dipakai untuk batubara berarti kehilangan bahan-bahan terbang (menjadi gas-gas) yang mengakibatkan meningginya kandungan karbon. Proses ini merupakan metamorfosa yang menyebabkan peringkat batubara semakin tinggi sejalan dengan tingkat kehilangan zat-zat terbang.
168 Dewater Penirisan tambang atau pengeluaran air dari tambang baik tambang terbuka maupan tambang dalam dengan cara pembuatan saluran/parit menuju keluar tambang dan pemompaan.
169 Dewatering Coal Pengeringan batubara hasil pencucian dan penyaringan getar dan atau sentrifugal. Juga berarti pengeringan batubara slurry setelah pengangkutan dengan pipa (coal slurry pipe line) dengan alat-alat penyaring dan peralatan pemanas khusus. Dewatering untuk batubara slurry memakan biaya yang cukup besar sehingga merupakan sehingga merupakan segi yang perlu dipertimbangkan secara teliti sebelum pembangunan proyek pipa batubara slurry. Dip meter alat untuk mengukur dan mencatat jumlah dan arah kemiringan lapisan yang terdapat didalam/sisi lubang bor (lihat kemiringan/dip).
170 Discontinuity Ketidaksinambungan yakni gangguan-gangguan alami/geologi yang memutus kesatuan penyebaran suatu lapisan batuan khususnya gangguan pada lapisan-lapisan batubara misalnya sesar, intrusi batuan beku atau sedimen, pelenyapan (washout) dan sebagainya
171 Disintegrasi Perubahan bentuk/penguraian bahan-bahan tumbuhan akibat pembakaran lambat tanpa terbentuknya senyawa-senyawa karbon dan hanya membentuk bahan-bahan terbang (volatile matters) yakni karbon dioksida dan air.
172 Disposisi Istilah yang menerangkan faktor-faktor fisik yang perlu dipertimbangkan untuk penentuan pembukaan tambang batubara disuatu lapangan endapan batubara. faktor-faktor yang menentukan disposisi itu sendiri adalah ketebalan batubara secara keseluruhan, sifat-sifat geodetik batubara dan pencapaian lokasi penambangan. Penentuan disposisi merupakan hal penting yang mendasar untuk memilih sistem penambangan yang akan diterapkan.
173 DMMFB Singkatan dari dry mineral matter free, basis analisis contoh batubara dengan asumsi tanpa kandungan air total dan tanpa bahan-bahan mineral dengan perkataan lain contoh batubara yang dianalisisdiperhitungkan hanya mengandung karbon tertambat dan zat-zat terbang.
174 Dodol Istilah lokal (dilingkungan tambang batubara) untuk bahan-bahan peledak plastis, seperti agar-agar gelatine (senyawa amonium nitrat).
175 Dolley Alat penghubung kepala penggerak truk (prime-mover) dengan bak/badan truk gandeng (trailer). Alat ini mempunyai ban , tuas pengait danpelat penghubung sehingga titik hubung uga memberikan artikulasi antara kepala dan badan truk.
176 Dominan Yang terbesar dalam suatu jumlah. Bila dipakai dalam bahan-bahan pembentuk batubara, kandungan senyawa atau bahan tertentu dominan berarti lebih 60% dari keseluruhan pembentuk batubara.
177 Down Dip Sejajar atau searah dengan kemiringan lapisan batubara, vein,lapisan batuan atau bahan galian lainnya.
178 Down Line Waktu terbuang untuk alat-alat berat (waktu tidak produktif), karena terpakai untuk perbaikan, perpindahan alat dari satu lokasi kerja ke lokasi lain, perjalanan alat dari lokasi kerja kebengkel dan sebaliknya.
179 Down Slope Permukaan tanah antara proyeksi singkapan batubara paling dalam yang sedang ditambang dengan lantai batuan dibawah singkapan tersebut.
180 Dozer Shovel Alat pemindah tanah mekanis kombinasi antara dozer dengan shovel loader (pendorong, penggali dan pemuat). Alat ini juga mempunyai dua nama lain yakni shovel dozer dan track loader.
181 Dozer Nama yang dipendekkan dari bulldozer.
182 Dragline Alat pemindah tanah mekanis yang sangat efisien dan populer untuk tambang batubara khususnya untuk metoda yang disebut strip mining atau direct cast system dimana tanah penutup batubara (setelah peledakan) digali dan dibuang ke “jalur” galian tanah dan batubara untuk memenuhi persyaratan ekonomi dan teknis pada tingkat rekayasa saat ini. Walaupun pada mulanya alatini bertenaga uap dan diesel (dan sebagian tidak dapat bergerak), sekarang hampir semua dragline dapat berjalan sendiri adalah bertenaga listrik dengan ukuran menara gali(boom) sampai 200 meter dan ukuran bucket lebih dari 100 meter kubik.
183 Draught Survey Pengukuran dragut kapal dipelabuhan muat/bongkar untuk menghitung jumlah muatan kapal.
184 Draught Jarak (kedalaman) peremukaan air kedasar atau kedalaman kedalaman air yang diperlukan oleh kapal agar bisa mengambang khususnya kapal yang telah bermuatan penuh. Draugtht sering disebut draft.
185 Drill Collar Stang/batang bor berdinding tebal yang terutama berguna sebagai pemberat yang dipasang langsung diatas mata bor. Drill core contoh inti pemboran untuk analisa secara teknik dan kimia. Inti pemboran ini masuk kedalam tabung contoh (core barrel) dan ditarik kepermukaan pada saat-saat tertentu (setelah diperkirakan inti telah memenuhi tabung) dan disusun dalam kotak/peti contoh dengan urutan rekontrusksi sesuai posisinya dalam tanah.
186 Drive Sample Contoh tekan, yakni contoh batuan lunak seperti lempung, tanah, pasir gembur, batu lumpur lunak, endapan pasir besi dan sebagainya yang diperoleh dengan menggunakan tabung pendek ditekan dengan tenaga hidrolik atau dengan penekan tiang pancang ataupun dengan tenaga manisia tanpa putaran.
187 Driving Penggalian terowongan atau pengambilan batubara dan membentuk lubang-lubang masuk, ruang-ruang produksi (panel) atau lubang-lubang melintang (lubang penghubung).
188 Drop Intrusi batuan sedimen (biasanya batuan pasir) arah kebawah berbentuk cerobongpada batuan atap batubara.
189 Dry Cleaning Proses pembersihan batubara halus biasanya yang berukuran lebih kecil dari 20 mm tanpa batuan air tetapi hanya menggunakan tekanan udara dalam silinder/bejana pembersih (sistem jig).
190 Duplikasi Batubara Fenomena geologi yang mengakibatkan lapisan batubara menebal dua kali lebih tebal semula. Belum ada laporan geologi yang menyatakan penemuan fenomena ini di Indonesia, tetapi penebalan lapisan batubara mendekati sesar bahkan gejala sesar dan sinlin yang hampir menyatukan ujung lapisan batubara yang “terpatah” oleh lapisan itu sendiri dibagian yang tidak dikenai sesar (sehingga menjurus pada duplikasi) terdapat dilapangan Roto, Kabupaten pasir, Kalimantan Timur dan mungkin dilapangan batubara lainnya di K alimantan dan Sumatera.
191 DWT Singkatan dari dead weight tons, yaitu daya angkut kapal dalam ton termasuk kargo, bahan bakar, air dan barang-barang lainnya.
192 DWWC Singkatan dari dead weight cargo capaciti, yaitu daya angkut untuk kargo.
193 Easting Jarak atau arah pengukuran ketimur dari garis atau titik awal ukur (datum) utara-selatan.
194 Eksploitasi Proses untuk menghasilkan minyak bumi, gas, batubara, bahan galian lain dan batuan dari kulit bumi yang telah diselidiki dan telah dipersiapkan. Eksploitasi hanya dapat dilaksanakan atas dasar izin K.P.Eksloitasi.
195 Eksplorasi Akhir Penyelidikan rinci atas daerah endapan batubara atau endapan bahan galian lainnya, sesuai hasil penyelidikan tahap sebelumnya. Eksplorasi akhir biasanya memakan biaya yang sangat tinggi untuk pemboran, percontohan, pemetaan, penggalian parit percontohan dan sebagainya.
196 Eksplorasi Penyelidikan lebih rinci dari penemuan dan penyelidikan umum atas endapan suatu bahan galian. Eksplorasi meliputi kegiatan mengetahui ukuran, bentuk, letak, jumlah cadangan dan mutu endapan bahan galian. Kegiatan eksplorasi meliputi penilaian geofisika, pemboran inti penggalian sumuran dan atau pembuatan parit-parit uji dan dapat pula meliputi pengambilan contoh dalam jumlah besar (contoh meruah). Eksplorasi umumnya dilaksanakan bertahap menurut pertimbangan hasil sebelumnya. Eksplorasi hanya dapat dilaksanakan atas dasar izin K.P. ekslorasi.
197 Ekstaksi Batubara Proses pengambilan batubara dari suatu permukaan kerja produksi setelah pekerjaan persiapan dirampungkan baik untuk tambang dalam maupun tambang terbuka (dalam bahasa Inggris disebut coal extraction atau coal mining ataupun coal getting).
198 Elevasi Ketiggian suatu titik pengukuran pada pemetaan atau pada peta dari titik, atau Emlacement pembuangan limbah pencucian batubara dengan terencana guna mencegah pencemaran lingkungan.
199 End Cleat Garis-garis atau bidang-bidang retakan/belahan pada lapisan batubara.
200 Enviro Coal Batubara yang diperkenalkan dengan “nama/cap kualitas batubara lingkungan” yaitu batubara dengan kadar belerang sangat rendah sehingga pada pembakaran untuk PLTU, tidak mengeluarkan atau sedikit sekali mengeluarkan gas-gas belerang yang berbahaya/beracun seperti SO (oksida belerang). Enviro coal diperkenalkan dan ditambang oleh Adaro I ndonesia di lapangan Paringin dan sekitarnya, Kalimantan selatan. Batubara Paringin dan batubara tutupan termasuk dalam enviro coal (lihat batubara Paringin).
201 Environmental Impact Dampak lingkungan yakni hasil atau akibat dari kegiatan atau proses tertentu. Dapat diartikan sebagai perubahan lingkungan, yang bersifat menguntungkan (positif) atau merugikan (negatif).
202 Environtmental—Impact Ststement Sering disebutdan disingkat EIS. Pernyataan (tertulis) dampak lingkungan yaitu laporan yang berisi penilaian dan penyelidikan dampak-dampak yang mungkin timbul dari sesuatu proyek yang dapat mempengaruhi lingkungan hidup manusia (lihat AMDAL).
203 Equilibrium Moisture Of Coal Sama dengan kelembaban setimbang batubara (lihat kelembaban setimbang batubara).
204 Estimasi Penentuan (perkiraan) tonase batubara disuatu lapangan.
205 ETA Singkatan dari estimated time of arrival, yakni perkiraan waktu tiba (untuk kapal).
206 ETD Singkatan dari estimated time of departure, yaitu perkiraan waktu berangkat (untuk kapal).
207 ETR Singkatan dari estimated time of resdiness, yaitu perkiraan waktu siap muat (untuk kapal).
208 Explosive Bahan peledak yakni senyawa-senyawa kimia, campuran atau peralatan yang kegunaan utamanya adalah untuk menimbulkan peledakan yakni rsaksi kimia yang menyebabkan pelepasan gas dalam jumlah besar dan mendadak disertai panas atau api. Lihat bahan peledak peka detonator, bahan peledak peka primer dan sebagainya.
209 Exposed Untuk endapan batubara berarti singkapan batubara yang mencuat/terbuka dipermukaan atau singkapan sepanjang pinggiran cekungan batubara. isitlah exposed coal berbeda dengan exposed coal field. Exposed coal field adalah batubara yang telah terkupas pada lereng penambangan siap untuk pengambilan (ekstraksi).
210 Extraction Ekstraksi yakni proses pengambilan batubara dari endapan.
211 Extraneous Bahan asal luar/bahan asing. Biasanya abu batubara ( extraneous ash) yang terjadi dari bahan anorganik yang masuk kedalam batubara ketika proses pembentukan batubara berlangsung. Bahan ini berupa butiran-butiran atau bahan asing yang mengisi rekahan/retakan pada lapisan batubara terdiri dari bahan-bahan lempung dan pasir waktu pembentukan batubara.
212 Face Cleat Belahan atau kekar dengan bentuk bidang yang sangat baik (jelas) pada lapisan batubara. juga berarti susunan (sistem) belahan dan kekar pada lapisan batubara.
213 Face Conveyor Rantai berjalan yang dipasang didepan permukaan kerja produksi batubara untuk menampung dan mengangkut batubara yang telah dilepas/dihancurkan dalam proses akstraksi batubara secara manual (dengan linggis), semi mekanis (dengan peledak) dan secra mekanis (dengan shearer) pada lubang buka tambang batubara dalam.
214 Face Of Coal Permukaan kerja/front ekstraksi batubara.
215 Face Permukaan kerja tambang batubara dimana batubara sedang diproduksikan. Dapat juga berarti permukaan tegak dari batuan yang terbentuk akibat peledakan atau dinding yang sedang dikerjakan (permukaan panel batubara) bila dipakai sebagai istilah lubang buka tambang batubara dalam (lihat juga front).
216 Falls Daerah pada atap lubang atau atap batubara yang ambruk lebih dari 15 cm diatas permukaan normal.
217 Fermentasi Bitumen Fermentasi bahan tumbuh-tumbuhan dalam keadaan tanpa udara pada kelembaban tinggi. Zat-zat terbang tertahan menyebabkan terbentuknya senyawa bitumen seperti gambut dan batubara.
218 Fexible Chain Conveyor Rantai berjalan yang dapat dibengkokkan. Istilah ini sering disamakan dengan face conveyor atau armoured face conveyor ataupun armoured exible face confeyor.
219 FHP Singkatan dari ash hydropylisis, yakni salah satu proses pengolahan batubara menjadi bahan bakar cair. Dalam proses ini batubara dipanaskan dengan cepat pada suhu tinggi dalam tekanan hidrogen. Proses ini menghasilkan gas alam sintetis, distilat aromatik (terutama benzene, toluena dan xylena disingkat BTX), minyak bakar,belerang amonia dan char.
220 FIFO Singkatan dari first in first out, cara yang digunakan untuk penyimpanan dan pengeluaran bahan peledak kedalam atau keluar gudang penyimpanan untuk keselamatan dan keamanan yang berarti bahan yang terlebih dulu masuk gudang akan menjadi pertama digunakan.
221 Fill Bench Lereng urug, yakni bagian lereng yang dibentuk oleh buangan tanah kupasan utau tanah urug diatas lereng asli (alami). Hal ini terjadi antara lain tambang terbuka sistem penambangan kontur.
222 Fines Batubara halus berupa butiran kecil berukuran –2 mm (lebih kecil dari 2 mm).dapat pula berarti butiran-butiran lempung atau batu lanan tanah.
223 Finger Coal “batubara jari”, yakni kokas alam yang terbentuk sebagai batangan kecil persegi enam (hexagonal) yang terjadi akibat pengaruh intrusi batuan beku.
224 Fire Damp Drainage Sistem pengeluaran gas fire damp dari lubang tambang, misalnya dengan membuat lubang bor dari pemukaan menembus tempat terkumpulnya fire damp untuk mencegah peledakan tambang.
225 Fire Damp Gas tambang batubara yang dapat meledak terutama terdiri dari metan.
226 First Generation Proces Proses-proses generasi pertama yakni proses pengolahan batubara menjadi gas dengan teknologi maju kovensionalseperti proses winkler, proses shell koppers, proses texaco dan proses lurgi “Ruhr 100”.
227 Fishtail Structure Struktur “ekor ikan”, yaitu ujung endapan batubara berbentuk ujung kain atau berbentuk mirip ekor ikan. Bentuk ini terjadi akibat endapan bahan sedimen klasik yang menerobos endapan gambut sejajar denganpelapisan gambut tersebut.
228 Fixed Ash Abu bawaan yaitu abu batubara yang berasal dari bahan anorganik yang secara struktur adalah bagian dari tumbuhan asal batubara tersebut. Secara mekanis abu bawaan tidak dapat dipisahkan dari batubara dan biasanya jumlah tidak lebih dari 1%.
229 Flame Proof Dinding yang dibuat dari beton, susunan karung atau lempung tahan api untuk menahan ranbatan api bila terjadi kebakaran tambang batubara bawah tanah. Flammable coal dust debu batubara halus yang dapat terbakar spontan atau terbakar karena adanya api atau hubungan pendek arus listrik. Debu itu terjadi karena proses produksi, pengangkutan dan penggerusan.
230 Float And Sink Percobaan pemisahan butiran-butiran dan kotoran dengan menggunakan cairan berat, (cairan dengan berat jenis tinggi) misalnya tetrabromoetana (BD 1.6) dan toluena (BD 0.86). percobaan ini dilakukan bertahap mulai dari pemasukan gerusan batubara kedalam cairan yang B.D. nya rendah kemudian kedalam cairan dengan B.D lebih tinggi berturut-turut. Pada setiap percobaan fraksi yang tenggelam dan terapung diambil dan ditimbang untuk selanjutnya dicatat dalam kurva sifat pencucian batubara (washability curves). Hasil percobaan akan menunjukkan persentase bahan bahan yang berat seperti abu dan belerang pirit. Percobaan digunakan sebagai dasar penentuan sistem pencucian batubara.
231 Float Coal “batubara apung”, yaitu batubara terpisah di dalam batu pasir atau serpih yang diduga berasal dari lapisan gambut yang tererosi dan terbawa dari tempat asalnya ketempat lain. Floor roll lapisan atau bahan pengganggu pada lapisan batubara. oor roll terdiri dari bahan batuan berbentuk panjang dan sempit (kecil) menonjol kearah atas menembus lapisan batubara dari batuan lantai sehingga mengurangi ketebalan batubara yang dapat ditambang. Batuan pengganggu ini dapat berukuran 3m x 25m x 600m, berbentuk kerucut datar sampai berbentuk lensa.
232 Flue Gas Desulfurization Penggunaan alat penangkap gas oksida belerang pada cerobong asap PLTU untuk mengurangi pencemeran udara.
233 Fluidized Bed Combustion Sistem pembakaran uidized bed batubara dalam ketel uap (lihat uidized bed).
234 Fly Ash Abu terbang,yakni butiran-butiran sangat halus yang lepas akibat pembakaran batubara, terbawa dalam arus gas, khususnya yang keluar melalui cerobong gas atau asap PLTU. Dapat juga berarti butiran halus abu batubara yang telah melunak atau meleleh akibat pembakaran dalam PLTU.
235 Fly Bar Batang melintang yang kedua ujungnya dihubungkan dengan rantai penggerak pada rantai berjalan pengangkut batubara yang dipasang sepanjang permuka produksi batubara tambang dalam atau ditempat penumpukan batubara dipermukaan. Batang tersebut berfungsi sebagai pendorong batubara.
236 Fly Rock “batuan terbang” akibat peledakan lapisan penutup pada tambang terbuka atau pada peledakan batuan lainnya termasuk pada kuari.
237 FOB Singkatan dari free on board, istilah dalam kontrak jual-beli dimana harga batubara atau jenis kargo lainnya adalah harga diatas tongkang atau kapal tidak termasuk biaya pengapalan, pemindahan dan asuransi.
238 FOBT Singkatan dari free on board trimmed, istilah dalam kontrak jual-beli dimana harga batubara atau kargo jenis lainnya adalah harga diatas tongkang atau kapal tidak termasuk biaya pengapalan, pemindahan dan asuransi.
239 Foot Wall “dinding bawah” atau dinding bidang sebelah bawah dari bidang sesar miring berlawanan dengan hanging wall.
240 Formasi Batubara Unit stratigrafi mengandung batubara pada daerah pengendapan batubara.
241 Formasi Kelompok batuan-batuan yang memiliki ciri tertentu yang diberi nama khusus sebagai unt untuk keperluan pemetaan, penjelasan atau untuk bahan acuan.
242 Fouling Sifat penempelan bahan-bahan penyekat panas (yang mengganggu) pada pipa ketel uap akibat pembakaran batubara berkadar belerang dan abu tinggi.
243 Free Ash Abu bebas, yakni butiran-butiran serpih dari lapisan pengotor dalam lapisan batubara dan juga dari batuan atap, batuan lantai, urat pirit, mineral pengotor pada lapisan pemisah batubara (parting) dan sebagainya.
244 Free Burning Coal Batubara yang tidak bersifat menggumpal (non caking coal).
245 Free Pertique Dokumen tentang kelayakan dan kesehatan untuk kapal dan awak kapal.
246 Free Swelling Index Index pemuaian bebas, sama dengan crucible swelling number (CSN) (lihat crucible swelling number).
247 FSI Singkatan dari free swelling index (lihat free swelling index).
248 Fugitive Dust Bahan-bahan halus yang tidak dapat terbang bersama gas melalui cerobong asap dan menjadi bahan yang mengambang bersama udara akibat tekanan angin. Juga debu yang berasal dari tambang batubara terbuka atau dari kegiatan reklamasi.
249 Fusain Berasal dari bahasa latin fusus yang berarti gelundung, bahan batubara dengan kenampakan dan struktur seperti arang kayu, rapuh, berjelaga dan umumnya mengandung abu tinggi. Fusain terdiri terutama dari fusite dan merupakan salah satu dari empat bahan pembentuk maceral batubara. ia terdapat dalam bentuk lapisan lebar dan lensa dalam batubara humik (humik coal), terssebar luas tetapi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Tags: Arti Kata Pertambangan, Makna Pertambangan, Maksud Pertambangan, Penjelasan Pertambangan, Pengertian Pertambangan, Definisi Pertambangan, Singkatan Pertambangan, Kepanjangan Pertambangan

Leave a Reply